{"product_id":"belajar-hidup-dari-hamka","title":"Belajar Hidup Dari Hamka","description":"\u003cp class=\"text-justify\" style=\"-webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; margin-right: 0px; padding: 6px 0px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);\"\u003eSaya tidak pernah menjangkakan bahawa suatu hari nanti, saya akan menulis tentang Hamka. Ketika mula mengenal Hamka pada tahun 2014, saya hanya seorang pencari; tidak menyangka jalan jauh ke Maninjau, Jakarta, Surabaya, Jogjakarta dan Mekah untuk menemukan Hamka akhirnya hanya menemukan diri sendiri.\u003c\/p\u003e\u003cp class=\"text-justify\" style=\"-webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; margin-right: 0px; padding: 6px 0px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);\"\u003eTernyata, ia lebih berharga. Ternyata, Hamka melorongkan saya tepat ke dalam diri saya sendiri.\u003c\/p\u003e\u003cp class=\"text-justify\" style=\"-webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; margin-right: 0px; padding: 6px 0px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);\"\u003eBuku ini menawar jatuh-bangun emosi seorang saya yang muda dan rebung, sebelum didewasakan oleh seorang Hamka yang juga punya gelora: ditangkap, ditekan, dikhianati, dizalimi, sebelum seluruh Indonesia akhirnya menyesali kepergiannya.\u003c\/p\u003e\u003cp class=\"text-justify\" style=\"-webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; margin-right: 0px; padding: 6px 0px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);\"\u003eBerkali-kali saya membatalkan hasrat untuk menerbitkan sebahagian besar catatan dalam buku ini, tapi ada suara kecil yang juga berkali-kali meminta agar ianya dibentangkan. Paling tidak pun, ketika dunia sudah perlahan-lahan melupakan sosok ini, saya menjadi jambatan kecil yang kembali mengingatkan, bahawa kita pernah punya figura seperti ini: seorang agamawan, cendekiawan, negarawan, sejarawan, politikus, filsuf dan semestinya, seorang pujangga bangsa.\u003c\/p\u003e","brand":"Tentang Kita Sdn. Bhd.","offers":[{"title":"Default Title","offer_id":47572837073053,"sku":"9786297722221","price":49.0,"currency_code":"MYR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0511\/7575\/1837\/files\/9786297722221.webp?v=1770359220","url":"https:\/\/mphonline.com\/products\/belajar-hidup-dari-hamka","provider":"MPHOnline.com","version":"1.0","type":"link"}